Aturan 50/20/30: Bagaimana Membagi Anggaran Untuk Hal-Hal Penting, Investasi, dan Kesenangan

Apakah Anda menghabiskan terlalu banyak uang membeli hal-hal nggak penting? Atau Anda terlalu banyak menabung sampai lupa bagaimana caranya bersenang-senang? Belajar cara mengatur anggaran dan menemukan keseimbangan di sana!

Rachel, 22, seperti banyak professional muda lainnya, tidak punya catatan ke mana saja uangnya raib. Sebetulnya gaji Rachel tidak buruk-buruk amat, namun di akhir bulan, ia selalu saja mendapati jumlah saldo tabungannya hampir ludes.

“Aku nggak ngerti lagi deh. Sama sekali nggak pernah shopping sampai gelap mata, tapi aku selalu aja bokek,” katanya. “Temenku tuh ada ya yang beli baju baru setiap waktu, tapi dia nggak terlihat seperti punya masalah keuangan kayak aku.”

how to budget bagimana menyusun anggaran

Jika saja Rachel selalu mencatat pengeluarannya, ia akan melihat ke mana saja akumulasi pengeluarannya untuk hal-hal kurang penting tadi. Dia hampir tak pernah makan di rumah—hampir setiap hari ngopi dan sarapan di Starbucks, dan makan sandwich dari took roti paling hits untuk makan siang, dan sering sekali pergi ke luar dengan rekan-rekan kerjanya untuk makan malam. Dia mengambil kelas yoga dua kali seminggu, dan di akhir pekan dia akan pergi ke luar dengan teman-temannya untuk menonton di bioskop atau minum-minum.

Tanpa ketersedian dana yang memadai, ia menghambur-hamburkan uang setiap saat. Kalau dihitung per pengeluaran mungkin jumlahnya tidak seberapa, namun tanpa terasa jumlahnya terus menggunung. Pantas saja dia tidak bisa menabung sepeserpun!

Bagaimana menyusun anggaran dengan aturan 50/20/30

how to budget bagimana menyusun anggaran

Satu metode penganggaran yang memang sudah terbukti khasiatnya pada banyak orang adalah melalui rasio 50/30/20. Aturan ini pada dasarnya memberikan semacam fleksibilitas bagi Anda untuk terlepas dari mencatat setiap detil item pengeluaran, melainkan cukup dari kategori yang digunakan. Berikut cara kerjanya:

  • 50% pendapatan Anda harus digunakan untuk hal-hal penting—porsi ini mencakup pengeluaran tetap atau rutin yang akan selalu ada, semacam biaya rental,
utilities
, transportasi untuk bekerja. Semua hal yang sifatnya berlangganan, seperti Netflix dan keanggotaan gym juga masuk dalam kategori ini, mengingat Anda sudah kepalang berkomitmen untuk membayarnya setiap bulan.
  • 20% pendapatan Anda harus digunakan untuk membangun kesehatan finansial Anda. Di dalamnya termasuk mengumpulkan uang tabungan Anda untuk keperluan pensiun, investasi, dan lain-lain.  
  • 30% adalah disposable income atau pendapatan sekali pakai. Porsi ini dapat digunakan untuk membayar hal-hal yang kurang penting semacam makan enak di restoran atau berjalan-jalan.  
  • Tentunya hal ini hanya bersifat panduan. Pengeluaran fiks Anda mungkin tidak sampai  50% dari pendapatan Anda, dan bisa jadi Anda sangat cermat sehingga tak sampai 30% pendapatan habis untuk bersenang-senang. Kalau memang demikian, investasikan saja uang ekstra Anda untuk tujuan kesehatan finansial.

    Menghabiskan lebih sedikit uang untuk biaya tetap dan kategori sekali pakai itu boleh-boleh saja, namun perlu diingat bahwa Anda tak boleh melanggar ambang batas proporsi ini.

    Jika rasio 50-20-30 terdengar sulit bagi Anda, silahkan sesuaikan agar gaya hidup Anda lebih baik. Porsinya bisa saja diubah menjadi 60-30-20 atau 40-40-20. Kuncinya adalah memahami bagaimana menyusun bujet dan menyadari ke mana uang Anda mengalir. Dengan begitu, Anda dapat mempersiapkan masa depan sekaligus tetap bisa bersenang-senang sekarang.