Biar Malas Tapi Produktif: 4 Tips Gimana Menghabiskan Sedikit Waktu SEKALIGUS Tetap Produktif

Benci ngantor? Anda nggak sendirian. Simak beberapa tips yang dapat membantu Anda menghabiskan lebih sedikit waktu di meja SEKALIGUS menyelesaikan banyak tugas pada waktu bersamaan.

Waktunya Jujur-jujuran: Bisa jadi saya adalah orang termalas yang pernah Anda temui. Beberapa orang bisa berkembang dengan baik hanya dengan berada di kantor sepanjang hari, getting sh*t done, tapi saya sama sekali jauh dari tipe seperti ini. Kalau saya punya pilihan, mendingan saya berada di rumah seharian deh, nonton Netflix atau membaca novel yang benar-benar bagus, sambil minum sparkling white wine langsung dari botolnya.

Tapi seorang perempuan independen harus menempa jalan hidupnya sendiri, jadi saya masih bisa menghasilkan output yang lumayan. Gimana sih caranya? Coba ulangi kata-kata saya berikut ini: “malas tapi strategis.”

Mengapa manusia nggak mungkin bisa produktif selama 24 jam seminggu?

Otak kita tidak dirancang untuk merancang informasi selama 12 jam berturut-turut tanpa istirahat. Jika saja Anda menyadari, kualitas hasil kerja yang Anda hasilkan anak menurun seiring bergulirnya hari, dan hal ini disebabkan oleh rasa letih yang dirasakan—seperti halnya tubuh. (Jika Anda kuat mengerjakan satu tugas yang membutuhkan energi mental selama berjam-jam nonstop, tolong dong beritahu kami rahasianya.)

Kemalasan sudah menjadi semacam cap buruk. Saya tahu ada banyak orang yang tampaknya memiliki kebanggaan (yang sebetulnya rada-rada masokistis) dan menunjukkan bagaimana ia selalu sibuk sepanjang waktu, namun saya berani bertaruh demi apapun bahwa kemalasan adalah akar dari inovasi. Yang ada di pikiran orang-orang pemalas adalah menyelasaikan tugas yang dibebankan pada mereka secepat kilat sehingga kita bisa melakukan hal-hal lain yang sesungguhnya betul-betul ingin kita lakukan.

Jadi pada dasarnya, Anda bisa menyelesaikan lebih banyak pekerjaan dengan cara melakukan hal lain lebih sedikit. Bagaimana? Baca di sini untuk tahu lebih jauh.

1. Beristirahatlah—baik dalam jeda waktu pendek maupun panjang

Gunakan teknik Pomodoro yang menyarankan Anda untuk bekerja selama 25 menit, diikuti 5-menit istirahat. Ambil satu istirahat panjang (30 menit-1 jam) per hari. Waktu istirahat ini akan mengistirahatkan otak Anda sehingga saat kembali ke meja kerja,  Anda bisa kembali meraih fokus untuk menyelesaikan tugas.

2. Menunda dengan tujuan

Jangan habiskan 5-menit waktu istrirahat Anda sekedar scrolling akun social media atau menonton video YouTube. Kita semua tahu bahwa istirahat sepanjang 5-menit dapat menjadi 30 menit jika Anda terganggu dengan kehadiran website, jadi itu mungkin bukanlah ide bagus.

3. Menyingkirlah dari meja Anda

Ada banyak tulisan maupun diskusi yang telah membahas manfaat jalan-jalan santai. Lakukanlah sekarang juga. Jika cuaca di luar terlalu panas atau lembab, cukup ambil 5 menit waktu jalan-jalan di sekitar ruangan kantor. Buatlah secangkir kopi. Ngobrolah dengan kolega Anda mengenai teori Game of Thrones. Tubuh kita tidak dirancang untuk duduk di depan komputer selama seharian penuh, jadi, bergeraklah.

4. Tahu kapan mengambil jalan pintas

Kadangkala, Anda mendapatkan satu tugas yang membutuhkan dedikasi fokus sepenuhnya, dan betul-betul butuh waktu berjam-jam pengerjaan untuk mendapat hasil terbaik. Tentu yang seperti ini tidak bisa dihandari. Namun juga ada beberapa tugas yang sebetulnya tidak membutuhkan waktu pengerjaan terlalu lama. Sebagai contoh, apakah Anda benar-benar harus menjawab semua email di dalam inbox Anda satu per satu? Apakah betul semua meeting harus dihadiri? Jika Anda berpikir kalau sedikit bermalas-malasan tidak akan mempengaruhi kerja Anda (ataupun orang lain), Anda bisa kok membiarkan tugas tersebut menunggu, atau bahkan sama sekali tak menghiraukannya.

Saya tidak bermaksud menyesatkan Anda untuk bekerja dengan standar minimum sekedar menunggu hari berlalu di kantor—karena disamping hanya akan membuat kesal kolega kerja, sesungguhnya perilaku semacam ini juga telah menjauhkan diri dari kesempatan untuk mengembangkan keterampilan dan nilai diri Anda di tempat kerja.

Namun kita harus berhenti menyamakan antara menjadi sibuk (a.k.a. sok sibuk) atau menjadi produktif. Anda bisa saja menghabiskan 10 jam waktu Anda di meja kerja dan bahkan tidak menyelesaikan apapun, namun jika bekerja dengan cara yang smart, Anda dapat menyelesaikan daftar hal-hal yang harus dikerjakan bahkan sebelum istirahat makan siang.

BACA: Bagaimana Bisa Pulang Kantor Lebih Awal: 7 Alasan Meyakinkan yang Dapat Membantu Anda