Intip Kekayaan Capres & Cawapres Hingga Ongkos Politik Maju Pilpres 2019!

Paslon manakah yang mampu bayarkan ongkos politik menjadi orang nomor 1 di Indonesia?

Capres dan cawapres 2019 akhirnya sudah dideklarasikan. Kemarin, Presiden Jokowi telah mengumumkan nama Ketua Umum Majelis Ulama Indonesia, Maruf Amin sebagai calon wakil presiden yang mendampinginya maju di pemilu tahun ini.

Jokowi dan Ma’ruf Amin telah didukung oleh setidaknya sembilan partai politik yang di antaranya adalah PDIP, Partai Golkar, Nasdem, PKB, PPP, Hanura, PSI, PKPI dan Perindo.

Sementara di kubu lawan Prabowo Subianto kembali mencalonkan diri menjadi capres setelah mengalami kekalahan pada Pemilu sebelumnya yang juga melawan Presiden Jokowi. Kali ini Prabowo Subianto akan menggandeng Sandiaga Uno yang kini masih menjabat sebagai Wakil Gubernur DKI Jakarta.

Belum banyak partai yang mendukung pasangan capres dan cawapres 2019 di kubu Prabowo – Sandi. Dua partai yang siap di antaranya Gerindra dan Demokrat. Namun, Demokrat pun sempat meragu meraih kemenangan jika mendukung pasangan Prabowo – Sandi.

Nah, kedua pasangan calon capres dan cawapres 2019 ini kira-kira punya aset kekayaan berapa ya dan apakah dengan aset kekayaannya tersebut itu akan bisa menghantarkan mereka ke perhelatan politik terbesar lima tahunan ini?

Capres dan Cawapres 2019: Berapa Aset Kekayaan Mereka?

#Presiden Jokowi – Rp 31,8 Miliar

capres dan cawapres 2019

Sumber: AKIpress

Belum ada laporan terbaru mengenai harta kekayaan Presiden Jokowi setelah menjabat menjadi Presiden Republik Indonesia selama 4 tahun ini. Terakhir laporan kekayaan yang diterima LHKPN adalah pada 31 Desember 2014 saat awal Presiden Jokowi menjabat sebagai Presiden.

Saat itu, Presiden Jokowi memiliki aset kekayaan sebesar Rp 31,8 miliar atau setara US$ 30,000. Angka tersebut merupakan gabungan dari jumlah aset harta tidak bergerak dan aset harga bergerak miliknya.

Harta tidak bergerak milik Presiden Jokowi terdiri dari aset tanah dan bangunan di 4 titik lokasi di Kabupaten Sukoharjo, 3 titik lokasi tanah di Kabupaten Boyolali, tanah dan bangunan di 7 titik lokasi di Kota Surakarta, 3 titik lokasi tanah dan bangunan di Kabupaten Karanganyar, tanah dan bangunan di 6 titik lokasi Sragen dan 1 titik lokasi di Jakarta Selatan. Jika ditotal semua aset tak bergeraknya senilai Rp 29,453 miliar.

Sementara untuk harta bergerak yang dimiliki oleh Presiden Jokowi terdiri dari sepuluh mobil dan dua motor dengan nilai Rp 954,5 juta serta toko mebel senilai Rp 572,44 juta. Selain itu Presiden Jokowi juga memiliki logam mulia, batu mulia dan harta bergerak lainnya sejumlah Rp 361,35 juta dan giro serta kas dengan nominal di angka Rp 529,032 juta.

Meski demikian, angka tersebut bukanlah angka pasti sebab setelah 4 tahun pasti ada perubahan aset kekayaan yang dimiliki Presiden Jokowi.

#Maruf Amin – Rp 427,233 juta

capres dan cawapres 2019

Sumber: Pikiran Rakyat

Laporan terakhir yang diterima oleh LHKPN mengenai aset kekayaan Ma’ruf Amin adalah ketika dirinya menjabat sebagai anggota DPR pada 10 Mei 2001 dengan total aset sebesar Rp 427,233 juta.

Aset kekayaan tersebut terdiri dari tanah dan bangunan senilai Rp 231 juta, kendaraan atau alat transportasi senilai Rp 290 juta, giro dan kas lainnya setara Rp 50 juta. Namun, Maruf Amin diketahui memiliki utang sebesar Rp 143,767 juta.

 Capres dan Cawapres 2019 dari Kubu Prabowo Subianto

#Prabowo Subianto – Rp 1,512 triliun

capres dan cawapres 2019

Sumber Tribun

Prabowo Subianto mengawali karirnya di bidang militer namun ia mengajukan pensiun dini lalu meninggalkan Indonesia ke Yordania dan Jerman untuk menekuni bisnisnya bersama sang adik, Hasyim yang sudah terlebih dahulu menjadi pengusaha.

Setelah selama 7 tahun melanglang buana di dunia bisnis, Prabowo memutuskan untuk kembali ke tanah air dan mencoba peruntungannya di bidang politik. Ia terjun ke dunia politik pada tahun 2004 setelah mengajukan diri menjadi capres di konvensi Partai Golkar yang kemudian gagal. Kemudian ia membangun jaringan tani dan pernah mendampingi Megawati untuk pemilu tahun 2009 meski lagi-lagi ia mengalami kegagalan.

Disarikan dari kompas.com aset kekayaan Prabowo pada 20 Mei 2014 adalah sebesar Rp 1,512 triliun. Aset kekayaannya terdiri dari tiga peternakan yang senilai Rp 12 miliar. Selain itu, Prabowo memiliki saham di setidaknya 26 perusahaan dengan total nilai Rp 1,5 triliun.

Bersanding dengan Sandiaga Uno di perhelatan politik terbesar lima tahunan ini, dua pebisnis ini tampaknya memiliki kecocokan. Mari kita lihat berapa aset kekayaan yang dimiliki oleh pendampingnya di 2019 ini.

#Sandiaga Uno – Rp 4,3 triliun

capres dan cawapres 2019

Sumber: Brilio

Seorang pendatang baru di dunia politik ini baru mengawali karirnya sebagai Wakil Gubernur Jakarta dari Anies Baswedan setelah mengalahkan Ahok di pemilihan lalu. Namun, kini namanya kembali mencuat lantaran menjadi sosok yang akan mendampingi Prabowo Subianto maju ke bursa capres dan cawapres 2019.

Sebelum terjun ke dunia politik, Sandi merupakan pengusaha muda yang sangat sukses. Hal ini terbukti dengan masuknya ia sebagai posisi ke-85 dari 100 orang terkaya di Asia versi AsiaGlobe dengan aset kekayaan setara dengan Rp 7,2 triliun. Namun pada tahun 2018 kekayaannya menurun menjadi sekitar Rp 4,3 triliun saja.

Bahkan Sandi memiliki logammulia dengan nilai tertinggi yaitu hingga Rp 1,5 miliar. Tentu ini hasil jerih payahnya sendiri di tahun 2015 silam.

Capres dan Cawapres 2019: Mahalnya Ongkos Politik Menjadi Orang Nomor 1 di Indonesia

Bukan rahasia lagi jika bursa politik di tanah air ini membutuhkan dana yang tak sedikit. Dilansir dari Kumparan, menurut Pengamat Politik Universitas Negeri Jakarta (UNJ), Ubedilah Badrun, untuk maju pilpres paling tidak membutuhkan dana di kisaran Rp 3 – 6 triliun.

Ubedilah juga mengungkapkan mengenai keraguannya akan finansial Prabowo untuk maju lagi di ajang pilpres 2019 kelak. Sejak 2004 mengajukan diri menjadi calon presiden melalui Partai Golkar dan ditolak, lalu kalah pada dua kali pilpres melawan SBY dan Jokowi, kekuatan finansial Prabowo sedang diragukan.

Bahkan, hal ini juga diperkuat dengan program Galang Perjuangan yang dijalankan oleh Prabowo. Galang Perjuangan merupakan konsep crowdfunding untuk membekalinya maju sebagai calon Presiden 2019. Selain itu, Prabowo juga sempat jadi perbincangan dan dijuluki sebagai 'Jenderal Kardus' yang 'mata-duitan' lantaran menerima mahar politik dari Sandiaga Uno sebesar Rp 500 miliar.

Lalu bagaimana dengan pasangan Jokowi - Maruf Amin? Aset kekayaan yang terbatas milik mereka berdua sudah jelas tak mungkin membiayai ongkos politik yang diprediksikan akan memakan angka sekitar Rp 3 - 6 triliun.

Meski demikian, tak semua ongkos politik itu ditanggung oleh sang calon. Sebab menurut pakar Komunikasi Politik dari Universitas Jayabaya, Lely Arrianie kedua paslon baik kubu Jokowi - M'aruf Amin ataupun Prabowo - Sandi dapat meminimalisir ongkos politik apabila memiliki elektabilitas yang cukup tinggi. Dengan tingginya elektabilitas akan mengundang tokoh-tokoh masyarakat baik badan perseorangan atau badan usaha untuk mengisi kekosongan pos dana untuk digunakan sebagai ongkos politik tersebut.

Nah, kira-kira dari kedua paslon capres dan cawapres ini mana ya yang akan memenangkan perhelatan politiknya di tahun depan?