Hal-Ihwal Perbankan Islami: Brief Cepat dan Mudah Bagi Mereka Yang Baru Pertama Belajar

Apa itu perbankan islami dan bagaimana cara kerjanya?

Agama mungkin bukanlah hal pertama yang melintas di pikiran kita saat bicara mengenai sektor finansial, namun sebetulnya kedua hal ini saling berkaitan di dalam perbankan Islami atau Syariah keuangan. Statistik di tahun 2015 menyatakan bahwa lebih dari 24% populasi dunia, atau 1.8 juta orang adalah Muslim, dan pasar ini bertumbuh dengan sangat cepat.

Namun sebenarnya apa yang spesial dari perbankan islami? Bagaiman bisa berbeda dengan perbankan konvensional? Dan dapatkah non-Muslim berpartisipasi di dalamnya? Ayo kita telusuri apa saja dasar-dasarnya berikut ini.

Apa itu perbankan islami?

Secara sederhana, keuangan Islami didasarkan pada Hukum Islam, yang melarang segala aktivitas terkait bunga bank (riba) pada saat melakukan simpan pinjam. Aktivitas finansial berbasis keislaman juga tidak bisa digunakan untuk aktivitas yang dilarang dalam agama Islam, antara lain berjudi dan alkohol.

Menurut Institute of Islamic Banking, jenis perbankan semacam ini telah hadir di dunia sejak zaman kuno, namun baru setelah Abad ke-20 beberapa bank Islami dibentuk untuk melayani nasabah baik Muslim maupun Non-Muslim.

Bagaimana bank syari’ah mendapatkan uang?

Bank-bank konvensional mendapatkan uang melalui pemberian bunga, namun karena hal ini dilarang dalam Hukum Syari’ah, banyak bank Islami menggunakan sistem

asset-based risk-sharing (berbagi-risiko dan berbasis aset) guna mendapatkan untung. Para anggota mengumpulkan dana dan keuntungan yang didapatkan dari aktivitas berinvestasi untuk jenis dana semacam ini yang kemudian dibagi di antara para depositor.

Saat satu bisnis mengambil pinjaman dari bank Islami, tidak ada bunga bank yang diberikan, melainkan pembagian keuntungan. Jika usahanya tidak menghasilkan keuntungan apapun atau jika ternyata malah merugi, maka itu berarti pihak bank tak mendapatkan apapun.

Bagaimana Anda bisa meminjam uang dari bank Islami?  

Katakanlah Anda mau membeli rumah. Anda dapat memesan properti dengan skema ijara wa iktina atau murabaha:

  • Ijara wa iktina: pada dasarnya merupakan sistem rent-to-own. Anda membayar sewa rental kepada pihak bank dalam satu jangka waktu tertentu hingga akhirnya kepemilikan dialihkan pada Anda.
  • Murabaha: pihak bank membeli rumah Anda dari penjual, kemudian menjualnya kembali dengan keuntungan. Anda dapat membayarkannya secara bertahap jika memang demikian yang diinginkan. Harganya tak akan berubah sekalipun pembayaran Anda melewati batas waktu. Pihak bank berisiko tidak mendapatkan profit jika Anda tak melakukan pembayaran atau jika pada akhirnya Anda memutuskan tidak membeli rumah tersebut.

Bisakah penganut non-Muslim menggunakan perbankan Islami?

Tentu saja. Bahkan faktanya, dikarenakan oleh kebijakan peminjaman uang yang cukup ketat, investor non-Muslim melihat pembiayaan Islami sebagai alternatif yang tak terlalu mengandung risiko jika dibandingkan dengan pembiayaan ala Barat.

“Perbankan islami semakin memantapkan pijakannya dalam pasar keuangan saat ini, dan keberadaannya bukan saja menarik minat orang Muslim, namun juga non-Muslim tak hanya di Malaysia, tapu seluruh dunia,” chief executive OCBC Al-Amin Bank, Syed Abdull Aziz Syed Kechik, berkata di dalam pemberitaan Reuters tahun 2008.