Ratna Sarumpaet Oplas Pakai Rekening Donasi untuk Korban Danau Toba?

lead image

Bohong itu dosa tau..

Kebohongan Ratna Sarumpaet mengenai penganiayaan terhadap dirinya oleh sekelompok orang tak dikenal akhirnya terkuak setelah hasil penyelidikan polisi tersebar luas dan berdasarkan klarifikasi dirinya pada pers konferens (03/10) kemarin yang ternyata sesuai.

Kebohongan Ratna Sarumpaet Mengenai Penganiayaan Dirinya

Sebelum kebohongan Ratna Sarumpaet diakui di depan publik, di kalangan jurnalis telah beredar hasil penyelidikan kepolisian yang berformat PDF. Pada data tersebut diketahui bahwa Ratna Sarumpaet tak berada di area Bandung pada tanggal kejadian seperti yang viral di media sosial.

Polisi juga turut memeriksa 23 Rumah Sakit di Bandung, dan tidak ditemukan satupun Rumah Sakit yang memiliki daftar pasien bernama Ratna Sarumpaet. Kejanggalan makin kuat ketika polisi menemukan nama Ratna sebagai salah satu pasien di RS Bina Estetika, klinik bedah kecantikan.

Ratna melakukan pembayaran dengan sistem debet dengan dua rekening, yaitu atas nama dirinya di nomor rekening 2721360727 dan anaknya Ibrahim Fahmi Al Hadi.

Kebohongan Ratna Sarumpaet yang Lain

kebohongan ratna

Hasil penyelidikan kepolisian menyebutkan tanggal transaksi debit dengan dua rekening itu di tanggal 20, 21 dan 24 September 2018.

Tanggal 20 September 2018 ada transaksi sebesar Rp 25 juta, kemudian disusul dengan Rp 25 juta lagi di tanggal 21 September 2018, dan terakhir pelunasan sebesar Rp 40 juta di tanggal 24 September 2018.

Uniknya, nomor rekening yang digunakan Ratna Sarumpaet untuk bertransaksi di RS Bina Estetika serupa dengan nomor rekening yang digunakan untuk mengumpulkan donasi untuk keluarga korban kapal yang tenggelam di Danau Toba 3 bulan yang lalu.

Atiqah Hasiholan, anak perempuan Ratna Sarumpaet sendiri yang pernah memposting di akun Instagramnya saat mengumpulkan bantuan untuk keluarga korban Danau Toba melalui Ratna Sarumpaet Crisis Center.

Hingga saat ini, belum ada klarifikasi dari pihak Ratna Sarumpaet Crisis Center maupun kepolisian terkait kesamaan rekening yang digunakan untuk transaksi di RS Bina Estetika dan penampungan dana donasi untuk korban kapal tenggelam di Danau Toba.

Namun, hal ini telah menjadi sorotan publik, terutama saat dirinya mengadakan pres konferens tentang penganiayaan yang ternyata hanyalah kebohongan Ratna belaka.

Kebohongan Ratna: Sorotan Publik Terhadap Kesamaan Rekening yang Digunakan untuk Oplas

Meski belum ada kepastian akan polemik kebohongan Ratna yang satu ini, warga net ramai-ramai mempertanyakan kejelasannya.

Bahkan beberapa di antaranya ada yang me-mention @DivHumas_Polri untuk mendapatkan kejelasan kehebohan dari kebohongan Ratna ini.

kebohongan ratna

Sumber: Twitter

kebohongan ratna

Sumber: Twitter

kebohongan ratna

Sumber: Twitter

Apapun hasilnya nanti, semoga saja Ibu Ratna Sarumpaet tidak menyalahgunakan dana donasi untuk keluarga korban Danau Toba untuk keperluan pribadinya.

Penyalahgunaan Dana Donasi Bukan yang Pertama Dilakukan

kebohongan ratna

Sumber: Instagram

Ingat kasus Cak Budi @cakbudi_ yang seringkali menggalang dana bantuan untuk kegiatan sosial untuk membangun rumah untuk lansia yang tidak memiliki tempat tinggal pada tahun 2017 lalu?

Karena adanya indikasi tidak transparan atas penggalangan dana tersebut, akhirnya banyak netizen yang juga mempertanyakan kejelasan statusnya. Lalu melalui akun Instagramnya, Cak Budi membuat pengakuan yang menghebohkan.

Akhirnya, diketahui ada dana sekitar Rp 1,2 miliar yang belum disalurkan dan ia mengakui bahwa dana tersebutlah yang digunakannya untuk membeli sebuah mobil Fortuner dan iPhone 7 Plus.

Meski demikian, ia mengakui bahwa pembelian tersebut digunakan untuk kegiatan operasional. Mobil untuk digunakan menjangkau lokasi-lokasi yang jauh sementara iPhone 7 Plus digunakan untuk komunikasi operasional.

Pengakuan Cak Budi dikomentari oleh sekitar 3,222 akun. Komentar pedaspun masuk, kenapa harus Fortuner dan iPhone 7 Plus kalau hanya untuk kegiatan operasional.

Padahal tekadnya untuk membantu lansia yang kesusahan seharusnya mengajarkan ia untuk hidup sederhana, tak perlulah membeli mobil operasional berupa Fortuner yang harganya saja mencapai Rp 500 juta ke atas, dan masih banyak juga smartphone layak digunakan untuk kegiatan operasional dengan harga yang jauh lebih murah jika dibandingkan dengan merek Apple.

Tak hanya itu, banyak netizen yang juga memintanya untuk menyalurkan donasi ke sebuah lembaga sosial ketimbang harus menyalurkannya ke rekening pribadi yang kurang transparan.

Setelah menerima kritikan pedas, akhirnya ia menjual mobil Fortuner dan iPhone 7 plus yang ia gunakan untuk kegiatan operasional dan menyalurkan dana sebesar Rp 1,7 miliar melalui lembaga Aksi Cepat Tanggap. Istrinya yang ditemui pada kesempatan terpisah juga mengungkapkan memang ada kelalaian dan kesalahan pengelolaan dana untuk donasi. Agar hal tersebut dijadikan pelajaran bagi para dermawan yang hendak melakukan kegiatan penggalangan dana untuk mereka yang tidak mampu.

Kira-kira, apakah yang dilakukan Ratna Sarumpaet akan berakhir baik seperti kasus Cak Budi saat itu? Berikan tanggapanmu pada kolom komentar ya!

Baca juga:

#WajahmuPlastik: 6 Fakta Dibalik Pengakuan Ratna Sarumpaet

Suka dengan artikel ini? Jangan lupa like Facebook dan follow Instagram Asian Money Guide Indonesia agar tak ketinggalan artikel keuangan terbaik kami!

Written by

Tiara Iraqhia