Penipuan Di Dunia Maya yang Menjerat Anda: Pelajari 4 Jenis Penipuan ini

Penipuan di dunia maya menargetkan semua orang: laki-laki, perempuan, anak muda dan orang tua. Namun sejumlah penipuan menargetkan perempuan secara spesifik. Anda mungkin berisiko? Baca tulisan berikut agar anda tidak menjadi korban berikutnya.

Fiona, 43 tahun, berpikir bahwa ia akhirnya bertemu dengan pria idamannya, Steve. Seorang berkebangsaan Australia yang tinggal di Dubai. Steve sangat menarik, lucu dan manis. Fiona sudah tergila-gila dengannya.

Setelah berhubungan via online selama 4 bulan, Steve mengadu bahwa dompetnya dicuri dan dia membutuhkan pinjaman uang untuk membayar kartu kreditnya. Tanpa pikir panjang, Fiona mentransfer sejumlah uang. Namun setelah itu, Fiona tidak pernah mendengar kabar lagi dari Steve.

Sayangnya, kasus yang menimpa Fiona bukan hal yang aneh. Jutaan dolar hampir hilang setiap tahunnya karena kasus serupa. Jenis penipuan berbumbu romantisme sampai jenis penipuan lainnya. Meskipun sebuah temuan mengatakan bahwa laki-laki cenderung mudah ditipu, namun ternyata perempuan masih menjadi target yang potensial.

Kita tidak boleh lengah. Langkah pertama adalah melindungi diri kita sendiri dengan cara memahami bagaimana modus penipuan bekerja.

Berikut adalah jenis-jenis penipuan yang menargetkan perempuan:

1. Penipuan berkedok “tubuh langsing” sampai “awet muda”

scams women

Tekanan sosial memengaruhi persepsi kita mengenai kecantikan. Banyak perempuan masih meyakini bahwa tubuh langsing dan wajah berkilau tanpa kerutan adalah standar umum kecantikan. Namun banyak kita temui, promo di media online seringkali adalah modus penipuan.

Dua jenis penipuan di atas telah ada sejak ratusan tahun. Padahal faktanya kita tahu bahwa untuk menjadi sehat dan langsing, kita hanya butuh mengatur pola makan dan berolahraga. Sebelum anda membeli produk penghilang kerutan, ingatlah bahwa tidak ada yang namanya produk untuk awet muda. Kerutan itu normal dan kita semua pasti bertambah tua. Dan ingat, kita akan baik-baik saja kok.

2. Penipuan bermodus percintaan

scams women

Modus ini sayangnya terjadi secara umum dan kita sering mendengarnya. Namun modus ini tetap berhasil memakan korban.

“Penipuan paling berhasil menargetkan para perempuan di rentang usia 40 dan 60 tahun,” jelas psikolog Emma Kenny kepada The Telegraph. Ia menjelaskan bahwa pria yang lebih tua biasanya berkencan dengan perempuan lebih muda. Sehingga perempuan di usia 40-60an tahun cenderung merasa ditinggalkan dan sendiri. Semakin merasa sendiri, maka ia akan semakin rentan terkena penipuan.

“Kerentanan emosional seperti ini akan membuat mereka mengambil keputusan yang buruk,” lanjut Kenny. “Seringkali, seorang perempuan membutuhkan seseorang untuk memvalidasi dan mengakui keberadaan mereka. Setelahnya, mereka lambat laun akan membagi semua informasi personal dan kemudian dimanfaatkan oleh para predator.”

Seperti kasus Fiona, penipuan dilakukan saat korban mulai percaya pada apa yang dikatakan oleh pelaku. Ketika relasi itu semakin dekat, maka si pelaku pun mulai membuat modus butuh uang karena kebutuhan darurat. Seperti yang bisa diduga, di pelaku kemudian hilang begitu saja.

3. Penipuan bermodus ramalan

scams women

Modus klasik ini terjadi di China yang melibatkan sekelompok pelaku dan “menjual” mitos serta hal-hal gaib. Bagaimana caranya? Seorang peramal mendekati korban –biasanya perempuan paruh baya –dengan mengatakan bahwa keluarganya terkena nasib buruk/ kutukan.

Peramal sekaligus penipu ini kemudian mensyaratkan korban untuk memberikan sejumlah uang dan perhiasan agar keluarganya terlepas dari kutukan. Setelah korban memberikan semua yang diinginkan, pelaku lalu menukar kantong milik korban dengan tas berisi botol air.

4. Penipuan “recehan”

scams women

Menurut sebuah studi yang dilakukan oleh AARP Foundation, perempuan cenderung menjadi korban penipuan bermodus sederhana yang jumlahnya “recehan”. Seperti misalnya pencurian identitas atau tawaran diskon pada produk tertentu.

Bagaimana anda dapat melindungi diri dari jenis penipuan di atas?

Pertama-tama, kita harus selalu ingat bahwa semua orang bisa menjadi target. Waspada dan mulai sadari untuk melindungi diri anda sendiri. Lalu lakukanlah hal-hal berikut ini:

  • Jangan membuka SMS/ pesan, email atau iklan yang mencurigakan. Jangan pernah juga mengangkat telepon dari nomor yang tidak anda kenal.
  • Pastikan identitas pribadi anda aman.
  • Lindungi telepon genggam dan komputer anda dengan kata sandi.
  • Pilih kata sandi yang sulit untuk ditebak dan perbarui selalu kata sandi anda.
  • Cek pengaturan privasi anda di media sosial untuk memastikan anda tidak terlalu berlebihan membagi segala sesuatu
  • WASPADA setiap ada permintaan yang berkaitan dengan detil identitas keuangan anda.
  • Jika segala hal terlalu bagus dan anda mudah percaya, itu adalah penipuan. []