Ketika Ibu Menjadi Pencari Nafkah Bagi Keluarga: 9 Tips Keuangan Bagi Para Ibu Tunggal Baru

Ketika Ibu Menjadi Pencari Nafkah Bagi Keluarga: 9 Tips Keuangan Bagi Para Ibu Tunggal BaruKetika Ibu Menjadi Pencari Nafkah Bagi Keluarga: 9 Tips Keuangan Bagi Para Ibu Tunggal Baru

Agaimana ibu tunggal berharap bisa mendukung kelurga mereka dengan upaya sendiri?

Ketakutan terbesar para orang tua tunggal yang baru saja bercerai adalah faktor keuangan, terutama ketika Anda bukanlah pencari nafkah atau breadwinner di dalam pernikahan. Membesarkan anak-anak tanpa pasangan yang pendapatannya memadai dapat menimbulkan perasaan takut. Namun jangan khawatir, di bawah ini adalah beberapa cara untuk menyelamatkan masa buah hati dan diri Anda sendiri, termasuk bagaimana menyediakan waktu berkualitas bersama si kecil.

1. Percayalah pada diri sendiri  

Ketika Ibu Menjadi Pencari Nafkah Bagi Keluarga: 9 Tips Keuangan Bagi Para Ibu Tunggal Baru

Poin ini sangatlah penting. Menjadi orang tua tunggal bisa menjadi momok yang menakutkan, terutama jika Anda tidak siap atau tak menyangka akan berada di dalam situasi yang Anda hadapi hari ini. Faktor keuangan dapat menimbulkan stress mendalam dan perasaan ini pada akhirnya akan sampai pada anak-anak Anda. Percayalah bahwa Anda dapat melakukannya, kemudian menyusun rencana untuk mencapai tujuan-tujuan yang telah ditetapkan sebelumnya.

2. Polis asuransi

Berinvestasilah untuk mendapatkan polis-polis asuransi jangka panjang. Anda dapat membayar lump sum per bulan untuk lima hingga sepuluh tahun pertama, lalu kemudian lihatlah bagaimana polis yang Anda beli ini mencapai kematangannya. Tindakan ini akan membantu Anda mempersiapkan uang kuliah si kecil, dana pernikahan, atau DP pembelian properti. Polis sejenis ini dapat diperoleh melalui bank-bank besar semacam HSBC dan perusahan asuransi lebih kecil semacam FT Life Insurance.

3. Berinvestasi di bidang Properti

Mulailah dari membeli sebuah studio apartment atau properti 1-kamar, baik menggunakan dana pribadi ataupun gabungan uang keluarga. Dengan situasi market terkini, Asia telah menjadi salah satu pilihan utama untuk berinvestasi di bidang properti. Dengan begitu, Anda dapat mempersiapkan pendanaan bagi hidup anak Anda secara matang, termasuk tempat tinggal, serta penggunaan dana cair (liquid money) potensial jika dibutuhkan untuk menanamkan investasi berikutnya dengan jumlah yang lebih besar lagi.

4. Tabungan Semar: Pisahkan tabungan Anak Anda

Ketika Ibu Menjadi Pencari Nafkah Bagi Keluarga: 9 Tips Keuangan Bagi Para Ibu Tunggal Baru

Punya tabungan semar ukuran kecil di rumah merupakan salah satu cara jitu untuk berhemat jika tiba-tiba Anda kepepet butuh uang kontan dalam kisaran beberapa ratus ribu rupiah. Memiliki celengan semar untuk menabung uang khusus bagi Anak Anda juga akan membantu di kemudian hari. Sebagai contoh, menyisihkan angpau yang diterima si kecil saat Imlek atau Lebaran. Nah, selanjutnya barulah Anda bisa membeli barang-barang lebih besar untuk Anak anda di masa depan atau bahkan untuk tujuan liburan berikutnya.

5. Ciptakan sebuah spreadsheet untuk mencatat uang masuk, uang keluar, dan pembelanjaan

Hal ini sangat penting bagi para orang tua tunggal. Jika Anda memiliki spreadsheet yang menggambarkan hal-hal di atas, Anda bisa dengan tepat melihat secara hitam di atas putih ke mana saja uang Anda dipergunakan dan memotong pengeluaran, jika memang dianggap perlu.

6. Buat kalkulasi pengeluaran Anda ke depan

Dengan cara membuat spreadsheet pencatatan keuangan maka Anda akan dapat merencanakan mimipi-mimpi dan mewujudkan rencana lebih besar ke depannya, seperti membeli rumah yang lebih bagus, atau mendaftarkan Anak Anda di sekolah unggulan. Saat Anda melihat angka secara hitam putih serta memformulasikannya dengan tepat, maka Anda akan dapat memprediksi angka-angka yang akan muncul di masa depan, Anda akan merasa jauh lebih relaks dan percaya diri karena tahu pasti Anda dapat meraih mimpi-mimpi dalam rentang waktu yang bisa dijangkau dan diprediksi.

7. Buka dua rekening bank terpisah untuk tabungan Anda

Setelah membayar hal-hal penting (cicilan rumah, utilitas, tagihan bulanan, belanja sayur, dll.), simpan sisanya di dua rekening terpisah dengan rasio sebagai berikut:

  • 70% untuk simpanan jangka panjang (untuk aset-aset cukup besar semacam rumah, mobil, dll.)
  • 30% untuk simpanan jangka pendek (untuk hal-hal bersifat hiburan seperti liburan dan perintilan semacam barang-barang keperluan rumah tangga)

8. Bayarlah tagihan Anda secara tepat waktu

Ketika Ibu Menjadi Pencari Nafkah Bagi Keluarga: 9 Tips Keuangan Bagi Para Ibu Tunggal Baru

Melunasi tagihan kartu kredit Anda bisa sangat menyebalkan, namun jika Anda sudah mulai melunasi tagihan dari bulan satu ke bulan lainnya, Anda akan mengalami perasaan yang lega luar biasa dan hal ini sungguh tak tergantikan. Dibebani hutang bulanan yang harus dilunasi membuat Anda menghabiskan pendapatan dengan cara bijaksana dan mengurai jeratan hutang Anda secara perlahan-lahan.

9. Tentukan tujuan-tujuan finansial

Pertanyaan yang selalu mengemuka adalah sebagai berikut: Apa yang ingin Anda raih dari hidup Anda secara finansial? Apakah keamanan properti untuk Anda dan buah hati dan/atau bisnis yang sukses? Apapun yang ingin Anda raih dalam hidup, tentukanlah capaian finansial Anda. Dengan perencanaan yang teliti dan kerja keras, tak ada yang tak mungkin untuk diarih, sekalipun sebagai orang tua tunggal.

Got a parenting concern? Read articles or ask away and get instant answers on our app. Download theAsianparent Community on iOS or Android now!