Pengusaha Singapura Ini Dapat Gelar Putri Keraton Surakarta, kok Bisa?

Pengusaha Singapura Ini Dapat Gelar Putri Keraton Surakarta, kok Bisa?

Meski jadi putri keraton, Matilda masih menjalankan bisnisnya seperti biasa

Untuk rakyat jelata seperti kita, menjadi seorang putri kerajaan mungkin hanyalah sekedar mimpi di siang bolong. Tapi nggak untuk Matilda Chong, pengusaha sukses asal Singapura yang berhasil mendapat gelar putri keraton Surakarta. Kok bisa ya, apakah ia menikahi putra kerajaan?

Sayangnya tidak, ia maupun keluarganya tak ada yang menikahi anggota keluarga keraton Surakarta. Keluarganya mendapatkan gelar dari keraton Surakarta, yang jarang sekali terjadi pada sistem monarki di masa sekarang.

putri keraton

Sumber: Her World

Putri Keraton Surakarta: Siapa sih Matilda Chong?

putri keraton

Sumber: Instagram/matildachong

Saat ini ia menjabat sebagai Executive Director dari the Lions of Asia Group. Ia mengontrol perencanaan strategis dari perusahaan dan memegang peranan penting untuk kemajuan dan perkembangan perusahaan.

Perempuan berusia 39 tahun ini juga menjalankan anak perusahaan Lions yaitu Luke Alexander, yang bergerak di bidang properti.

Ia mulai bekerja pada usaha keluarganya sejak usia 21 tahun dan telah menunjukkan prestasi yang baik dari waktu ke waktu.

Putri Keraton Surakarta: Kehidupannya Setelah Menjadi Keluarga Keraton

putri keraton

Sumber: Strait Times

Gimana sih Matilda mendapatkan gelar putri keraton Surakarta?

Matilda menceritakan kepada Her World hal ini bermula dari ayahnya, William Marie Chong yang merupakan founder dari the Lions of Asia Group, menerima gelar putra keraton dari keraton Surakarta (atau lebih dikenal sebagai Solo). Bisnis yang digelutinya ternyata memiliki dampak besar terhadap pertumbuhan ekonomi di Indonesia, yang mana Matilda memegang peranan penting terhadap pencapaian tersebut. Usahanya memang nggak sia-sia!

Ia juga menceritakan bagaimana upacara pengangkatan pada April lalu yang sangat mewah seperti yang sudah ia bayangkan sebelumnya. Ada kembang api pada pesta keraton tersebut, dan juga tarian-tarian tradisional Jawa.

Tentu saja, nggak semua orang bisa punya kesempatan emas seperti Matilda menjadi putri keraton Surakarta. Kamu harus terlebih dahulu dikenal oleh keluarga keraton dan memberikan kontribusi positif untuk Indonesia. Sebab itulah yang telah Matilda dan keluarganya lakukan.

Bagaimanapun, kehidupannya tak berubah banyak. “Bisnis masih berjalan seperti biasa,” ungkapnya.

Putri Keraton Surakarta: Gimana sih Kehidupan di Luar Pekerjaan Bagi Seorang Matilda?

putri keraton

Sumber: Instagram/matildachong

Saat tidak bekerja, ia sangat senang menghabiskan waktu dengan anak lelaki dan pasangannya yang merupakan seorang bankir berusia 40 tahun.

“Ia sangat berperan penting di hidup saya, selama ini ia selalu mendukung semua langkah saya dan selalu ada saat saya stress akan pekerjaan dan bisnis di kantor.”

Matilda juga membocorkan jika mereka hendak menikah suatu saat nanti, ia harus meminta izin terlebih dahulu kepada raja Surakarta sekarang yaitu, Sri Susuhunan Pakubuwana XIII. Jika ia mendapatkan izin, maka pasangannya akan juga mendapatkan gelar sebagai putra keraton Surakarta!

Ketika ditanya apa sih prinsipnya dalam hidup ini, ia menjawab, untuk tetap bertahan pada prinsip dan mempercayai kemampuan diri sendiri.

“Kalian menjalani hidup ini bukan untuk dilihat orang lain melainkan untuk diri kalian sendiri. Saya berusaha agar selalu jujur kepada diri sendiri dan tidak berusaha membuat orang terkesan terhadap apa yang saya lakukan”.

Yap, Matilda Chong menunjukkan kepada kita menjadi putri keraton yang rendah hati. Nggak perlu mati-matian berusaha menunjukkan orang agar terkesan terhadap apa yang kita lakukan, jika memang kebaikan yang dilakukan tulus, pasti semua orang menyadarinya tanpa harus berusaha keras membuat mereka melihatnya!

Disadur dari artikel Vinnie Wong Asian Money Guide Singapura.

Baca juga:

Sakit Hati Diselingkuhi, Perempuan Ini Buka Jasa ‘Habisi’ Pelakor

Ini Dia Sosok Perempuan Muda di Balik Kesuksesan Warunk Upnormal

Suka dengan artikel ini? Jangan lupa like Facebook dan follow Instagram Asian Money Guide Indonesia agar tak ketinggalan artikel keuangan terbaik kami!

Written by

Tiara Iraqhia