5 Tips Esensial untuk Mengenyahkan Perasaan Bersalah Para Ibu Bekerja DEMI KEBAIKAN BERSAMA

Anda tidak perlu merasa bersalah karena memiliki karir sekaligus menjadi tulang punggung keluarga. Redakan rasa bersalah para Ibu sekalian dengan tips berikut, yang mungkin akan sedikit membantu.

Apakah Anda adalah Ibu pekerja yang terus-menerus merasa bersalah karena tidak bisa selalu bersama anak Anda kapanpun dan dimanapun ia berada? Perasaan bersalah itu terasa begitu nyata, dan baik Anda maupun saya tentu pernah merasakannya, berulang kali.

Namun ada kata-kata mutiara yang berbunyi your vibe attracts your tribe alias getaran yang Anda sampaikan akan mendatangkan kawanan sejenis. Berikut adalah beberapa tips terbaik untuk mengelola dan mengatasi rasa bersalah semacam ini, serta mengubahnya menjadi hal positif.

1. Menjauhlah dari orang-orang negatif

Pikiran kita dipengaruhi oleh apa yang dipikirkan orang-orang di sekitar kita. Jika Anda mengelilingi diri dengan mereka yang berpikirian negatif, maka Anda akan menarik orang-orang yang berpikiran negatif juga untuk masuk ke kehidupan Anda dan buah hati Anda. Ingat bahwa setiap orang pernah mengalami perjalanan dan pengalaman yang berbeda-beda di kehidupan ini. Pilihlah orang-orang yang layak berada di sekitar Anda dengan bijak agar sejalan dengan PERJALAN ANDA sendiri, bukan perjalanan milik orang lain.

2. Terimalah dengan sepenuhnya keputusan Anda menjadi ibu bekerja

Jadi Anda tidak bisa terlibat menjadi volunteer untuk acara sekolah anak Anda (harap dicatat: para guru juga tidak selalu menyukai kehadiran Anda di dekat mereka sepanjang waktu, kok!) atau tidak bisa datang di trip sekolah bersama anak Anda, maka hal ini sebetulnya bukan persoalan yang perlu dibesar-besarkan, selama Anda masih terhubung dengan kehidupan si kecil.

Ciptakan hubungan yang kuat dengan mereka, maka anak Anda akan selalu mencintai dan menghargai Anda. Selama tujuh tahun bekerja sebagai pengajar, saya belajar bahwa ada banyak anak yang ingin tumbuh besar menjadi seperti orang tuanya. Jadi, jika Anda menunjukkan bagaimana Anda mencintai pekerjaan Anda, mereka akan tumbuh menjadi pribadi yang lebih passionate dengan karir yang mereka pilih.

Ingatlah, bagi anak, Anda adalah dunia mereka, jadi cobalah lebih menunjukkan belas kasih, dan menjadi sosok panutan yang selalu bahagia, karena tentunya hal itu yang selalu Anda harapkan bagi mereka di masa depan.

3. Jauhkan teknologi Anda: waktu Kualitas vs Kuantitas

Para Ibu bekerja seringkali bergegas pulang ke rumah setelah bekerja seharian untuk menghabiskan waktu bersama buah hatinya, dan memang semestinya seperti itu! Anak Anda membutuhkan waktu khusus dari Ibunya, namun tidak dengan smart phone yang tergeletak di tempat tidur. Singkirkan teknologi itu!!

Sepuluh menit untuk membaca dan bercanda di tempat tidur jauh lebih baik dibandingkan tiga jam yang dihabiskan dengan anak Anda tanpa kedekatan kontak. Setiap momen sangatlah berharga.

4. Ciptakan sebuah ME time

[saat Anda mengatur waktu diantara bekerja penuh waktu, olah raga, sebagai seorang Ibu]

Setelah bekerja seharian, Anda mungkin akan merasa sedikit seperti robot, namun jangan dilupakan bahwa kita hanyalah manusia. Anda butuh ME time untuk diri sendiri, sekedar meremajakan diri dan mengisi kembali energi agar bisa menjadi ibu terbaik.

Anak Anda harus menyaksikan bagaimana bahagia dan percaya dirinya Anda dalam mengarungi kehidupan, namun tentunya sesekali merasa stress adalah hal yang wajar. Datanglah ke spa, manjakan kuku Anda, bermeditasilah, ikut kelas yoga, pergi ke gym. Apapun pilihan Anda untuk mengenyahkan stress, pastikan Anda waktunya tersedia untuk agenda ini.

5. Kelilingi diri Anda dengan para ibu bekerja lainnya dan mereka yang memahami diri Anda

Merasa dimengerti merupakan salah satu kebutuhan hidup paling hakiki bagi diri kita. Kita semua ingin memiliki sense of belonging, dan hal ini hanya dapat dimunculkan melalui interaksi dengan keluarga dan teman-teman yang betul-betul memahami diri kita. Saling berbagi dengan para ibu bekerja lainnya akan membuat Anda merasa tak sendirian menjalani “bahtera ibu bekerja” ini.

Kita semua memiliki tantangan yang harus dihadapi sebagai oranga tua. Kenyataannya adalah, Ibu yang tinggal di rumah juga sering mengalami masa-masa sulit. Beberapa dari mereka bahkan tidak bisa pergi ke toilet sendirian! Jadi, bersyukurlah Anda masih memiliki masa hening saat harus pergi ke tempat bekerja dan mengemban titel sebagai “ibu bekerja.”

5 Tips Esensial untuk Mengenyahkan Perasaan Bersalah Para Ibu Bekerja DEMI KEBAIKAN BERSAMA