Bagaimana Cara Menulis Resume yang Mengesankan Bagi Lulusan Baru: 6 hal yang Boleh dan Pantang Dilakukan

Bisakah anak baru lulus berharap bisa menulis resume memukau walupun hanya punya sedikit atau tanpa pengalaman sama sekali? Catat hal di bawah ini baik-baik, dan kamu akan lihat bahwa nggak ada yang nggak mungkin!

Bagi para lulusan baru, mencari kerja bukanlah perkara gampang. Faktanya, terkadang hal ini bisa membuat kita down, terutama karena ada begitu banyak pekerjaan di luar sana yang membutuhkan paling tidak beberapa tahun pengalaman kerj. Namun banyak yang sudah pernah merasakannya—mendapat perhatian manajer pencari pegawai dan bahkan CEO perusahaan yang sudah lama kamu incar. Tentunya kita  semua harus mulai memulai suatu upaya, kan?

Mungkin kamu merasa belum punya banyak hal untuk diletakkan dalam resumemu, namun kalau mau menggali lebih dalam, kamu akan menyadari kalau kamu pun bisa mengemasnya agar tampak mengesankan.

Resume meurpakan sebuah dokumen padat berisi, kadang panjangnya tidak diperbolehkan melebihi satu lembar, sementara CV merupakan deskripsi lebih jauh mengenai pencapaianmu, prestai akademis, dan lainnya. Seorang perekrut pegawai di acara job fair tak akan menghabiskan lebih dari 30 detik melihat CVmu. Bagi Anak Baru, hal in justru menjadi poin plus karena dirimu nggak perlu capek-capek membuatnya tampak substansial! Jadi, sebagai anak baru, lebih baik fokuslah pada resumemu, dibandingkan pada CV.

Bagaimana cara meraih perhatian manajer pencari karyawan jika kamu baru saja lulus dari kampus? Berikut adalah beberapa hal yang perlu diingat saat menulis resume bagi fresh graduate sepertimu, agar tampak mencolok dan meninggalkan kesan mendalam.

1. JANGAN buat karirmu tampak biasa-biasa aja

Obyektif karirmu harus menjadi cantolan yang bisa mengambil perhatian para perekrut dan manajer pencari karyawan pada detik ia membacanya. Hanya melalui satu atau dua kalimat, kamu harus bisa mengomunikasikan jenis karir yang dicari, sekaligus macam-macam keterampilan yang membuatmu memenuhi kualifikasi pekerjaan tersebut.  

Kamu nggak bakalan ke mana-mana jika sekedar menuliskan obyektif karirmu sebatas ‘biasa aja’, dan hal ini bahkan bisa membahayakan kesempatanmu meraih pekerjaan yang kamu incar.

2. CANTUMKAN kursus yang relevan di luar bidang studimu

Banyak lulusan baru memutuskan untuk mengejar karir yang tidak sejalan dengan bidang studi yang diambil. Hal ini bisa bikin HRD keheranan, dan itulah alasan dibalik pentingnya mencantumkan kursus yang relevan dengan jejak karir yang memang kamu inginkan dan memang relevan dengan latar belakangmu.

Saat lulus dari perguruan tinggi, saya tahu pasti kalau saya akan mengejar karir di bidang kepenulisan sekalipun bidang studi saya Ekonomi. Saya mengambil beberapa mata kuliah tambahan yang mendukung, seperti jurnalisme dan menulis kreatif, jadi saya memastikan semuanya tertulis di sana. Saat ini, saya hidup dari menulis, jadi tentunya kelas tambahan itu sangat membantu!

3. JANGAN pernah memandang aktivitas ekstrakulikuler dan kerja paruh waktu dengan sebelah mata

Kamu mungkin merasa nggak banyak terlibat dalam kegiatan organisasi waktu jadi mahasiswa, atau menganggap nggak pentin kerja-kerja sampingan yang kamu ambil untuk sekedar mendapatkan tambahan uang, namun dengan kata-kata yang sesuai, kegiatan ekstrakulikulermu bisa menjadi cara yang keren untuk menunjukkan macam-macam keterampilanmu.

Sebagai contoh, jika ikatan mahasiswa tempatmu bergabung menggelar acara, kamu bisa cantumkan bagaimana keterlibatanmu dalam hal logisik dan perencanaan. Kalau memungkinkan, cantumkanlah angka—seberapa besar bujet acaranya/berapa banyak tamu yang biasanya hadir dalam acaranya? Semakin spesifik dan mendetail, semakin baik pula.

4. COBA demonstrasikan hal yang bisa kamu lakukan dalam portfolio

Saat bicara tentang kemampuan, lebih baik kamu menunjukkannya dari pada sekedar bercerita. Jadi sekalipun kamu memang belum punya pengalaman kerja nyata, cukup masuk akal kok untuk mencantumkan kursus yang pernah kamu ikuti ke dalam portfolio untuk menunjukkan pada perekrut mengenai hal-hal yang bisa kamu lakukan.

Jika kamu mengincar karir di bidang pemrograman, sediakan link program yang pernah kamu kerjakan di bangku kuliah. Jika kamu mengincar kerjaan sebagai desainer grafis, kumpulkan karya-karya terbaikmu dan jangan lupa untuk menunjukkannya pada manajer pencari karyawan. Jangan berasumsi kalau para perekrut ini hanya akan menelan pernyataanmu bulat-bulat bahwa kamu sanggup melakukan tugas-tugas tertentu, sediakanlah buktinya.

5. JANGAN gunakan resume yang sama pada semua lowongan yang kamu lamar  

Tips berikutnya adalah, secarik resume harus dijahit dengan apik. Jika kamu melamar pekerjaan sebagai marketer, staf admin, atau asisten pribadi, kamu tak bisa menggunakan resume yang sama dengan apa yang kamu gunakan di tempat lainnya. Kamu perlu meng-highlight skil-skil yang relevan serta mencantumkan semua traininig formal yang pernah dilalui dalam setiap resume. Dengan kata lain, buatlah resumemu lebih relevan dengan cara menggunakan kata-kata kunci yang memang dipergunakan di dalam industrimu.

6. TULISLAH sebuah cover letter atau surat lamaran

Yang terakhir, jangan lupa untuk selalu menulis surat lamaran personal sebagai pembuka resumemu. Di sini, kamu harus mendemonstrasikan apa yang membuatmu cocok melakukan pekerjaan ini dan kenapa mereka harus memilihmu sebagai stafnya. Perlakukanlah tahap ini seperti pra-wawancara. Biarkan pihak perekrut mengetahui orang semacam apa dirimu sebelum ia bertatap muka denganmu dalam sesi wawancara.