Nova Dewi Setiabudi, Perjuangkan Jamu Kekinian Melalui Suwe Ora Jamu!

Nova Dewi Setiabudi perjuangkan jamu agar diminati oleh anak muda!

Suwe ora jamu. Jamu godhong telo. Suwe ora ketemu. Temu pisan atine gelo.

Hayoo ngaku siapa yang bacanya sambil nyanyi? Yap, Suwe Ora Jamu ini memang dikenal sebagai lagu tradisional berbahasa Jawa tapi seorang perempuan bernama Nova Dewi Setiabudi juga menggunakan 'Suwe Ora Jamu' sebagai nama kedai jamu tradisional yang memiliki kemasan kekinian layaknya kedai kopi zaman now.

Apa sih yang terlintas di benak kalian jika mendengar kata Jamu? Pahit, getir, kuno, minuman orang tua? Nah, image itulah yang hendak diubah oleh Nova Dewi agar jamu dikenal lebih luas dan masuk sebagai minuman anak muda.

Kebetulan tim AMG mendapatkan kesempatan untuk berjumpa dan ngobrol santai dengan Nova Dewi di kedai Suwe Ora Jamu cabang Petogogan. Berikut obrolan santai AMG dengan Nova Dewi!

Suwe Ora Jamu dan Impian Nova Dewi Setiabudi Memperkenalkan Jamu di Kalangan Anak Muda

suwe ora jamu

Sumber: Jaxplusdigital

Ceritain dong Mbak, Siapa sih Seorang Nova Dewi Setiabudi Ini?

Saya lahir di Surabaya, baru pindah ke Jakarta itu sekitar 8 tahun yang lalu. Pada waktu itu saya ingin menantang diri saya untuk berwirausaha. Sebelum membuka Suwe Ora Jamu, waktu saya mendapat beasiswa di Australia saya patungan bersama teman-teman untuk membuka kedai kopi supaya kita punya tambahan uang saku.

Di Usia Berapa sih Mbak Nova Akhirnya Memutuskan untuk Membuka Kedai Jamu Ini?

Waktu itu saya berusia 37 tahun.

Gimana sih Mbak Nova Ini kok Bisa Kepikiran untuk Buka Kedai Jamu?

Jamu itu udah kayak bagian dari hidup saya sih, karena dari kecil itu memang sama orang tua itu sudah jadi tradisi selalu minum jamu. Bahkan waktu awal saya pindah ke Jakarta itu agak susah menemukan tukang jamu, beda ya seperti saat saya di Surabaya waktu itu.

Nah, yang saya lihat itu kalau kedai kopi atau teh itu sudah menjamur di Jakarta, tapi kok belum ada yang menjadikan jamu juga sebagai bagian dari keseharian. Padahal kan sayang ya, ini tradisi asli kita tapi kurang dikenal sama banyak anak muda di Jakarta.

Akhirnya saya memutuskan untuk buka kedai Suwe Ora Jamu ini, dulu baru satu cabang dan ruangannya pun terbatas, belum ada ekspansi. Barang-barangnya pun saya bawa dari rumah dengan konsep vintage. Kebetulan saya dan suami ini memang suka hal-hal yang berbau nostalgic.

Apakah Waktu itu Mbak Nova Sudah Menikah dengan Suami Saat Mendirikan Kedai Jamu Ini?

Waktu itu masih pacaran ya, belum menikah tapi kita juga terlibat dalam beberapa project bersama. Nah, saat ada project bersama itu akhirnya kami punya kantor di lantai atas. Saya bilang ke suami saya, pengen fungsikan lantai bawah itu daripada kosong dijadikan tempat kumpul minum jamu.

Lalu Bagaimana dengan Profesionalitasnya Saat Berbisnis dengan Pasangan yang Belum Menikah?

Saya justru melihat berbisnis dengan pasangan sebelum menikah ini sebagai latihan ya. Kita harus sama-sama profesional meskipun menjadi pasangan dan memiliki bisnis bersama.

Sampai sekarangpun meski sudah menikah, saya dan suami masih sering berbeda pendapat, tapi kan bagaimana kita berdua menghadapinya dengan kepala dingin nggak perlu terbawa emosi.

Selain itu kita juga ada komitmen sih sejak awal tertulis secara legal. Ini penting untuk menjaga profesionalitas kita sehingga nanti apapun yang terjadi bisnis tetap aman.

Untuk Modal Awalnya Gimana, Mbak?

Modal awalnya memang dari kantong sendiri sama pacar yang sekarang jadi suami saya. Karena sebelumnya kita ada kerjaan dan bisnis lainnya dari situlah kita nabung untuk memodali kedai jamu ini.

Karena memang dari dulu saya punya angan untuk punya usaha sendiri karena merasa lebih bebas ya. I love my freedom, yang kadang itu susah sekali ditemukan saat menjadi pekerja profesional, susah mendapat me time-nya gitu. Makanya lebih seneng punya usaha sendiri, selain itu saya juga senang sekali ya ketemu orang-orang baru dan mendapatkan pengalaman yang baru juga.

Tantangan yang Dihadapi Memperkenalkan Jamu di Kalangan Anak Muda ini Seperti Apa Saja sih?

suwe ora jamu

Sumber: @suweorajamu28

Pertama sih, meyakinkan target pasar yang memang anak muda. Tapi untungnya banyak sekali ya pop-up market yang menjamur, festival musik dan bazaar-bazaar yang emang sering dikunjungi oleh anak-anak muda.

Dari segi tim pun dulu kita kecil ya, hanya ada 5 orang termasuk saya dan suami. Bahkan saya juga dulu sempat terjun melayani pelanggan, ikutan masak, ikutan bikin jamu, sambil ngurusin keuangan dan lain-lain.

Dengan kondisi ruangan seadanya, waktu itu dapur untuk memasak dan meramu jamu itu masih campur ya jadi satu. Padahal untuk menjaga kualitas jamu kita itu perlu strelisasi yang harus dilakukan dalam ruangan terpisah. Tapi bersyukur ya, sekarang kita sudah punya ruangan lebih luas untuk menjaga kualitas jamu yang disediakan.

Sekarang Perkembangannya Gimana nih Mbak Nova Kedai Suwe Ora Jamu-nya?

suwe ora jamu

Sumber: @suweorajamu28

Sekarang karyawannya sudah lebih banyak ya, dan cabangnya pun sudah ada di beberapa lokasi. Salah satunya di sini, Petogogan, kemudian ada juga di Bentara Budaya, Palmerah, Komunitas Salihara dan banyak juga kerjasama dengan relasi-relasi sebagai product feature menambahkan menu-menu yang sudah ada di Bali dan Jakarta.

Selain Ngurusin Suwe Ora Jamu, Ada Hobi Lain Nggak sih Mbak?

Saya senang traveling dan berkebun. Ini semua tanaman yang ada di taman belakang cabang petogogan itu hasil dari tangan saya sendiri.

Ada Pesan untuk Perempuan Lain yang Ingin Sukses Juga Berbisnis Seperti Mbak Nova?

Jangan lupa satu itu konsisten, percaya dengan kemampuan diri sendiri, dan pekerjaan harus selalu sejalan dengan passion ya. Ketiga aspek itu penting sih untuk dapat sukses berbisnis. Jangan dibawa stres ya, santai saja, dan be happy!

Baca juga: Ini Dia Sosok Perempuan Muda di Balik Kesuksesan Warunk Upnormal!