Apa yang Terjadi Jika Anda Tak Pernah Mengacuhkan Tagihan Kartu Kredit?

Tak menghiraukan tagihan kartu kredit Anda tak lantas menghapus riwayat transaksi Anda begitu saja—konsekuensinya cukup parah. Inilah yang akan terjadi jika Anda tak pernah membayar tagihan kartu kredit

Saat Rinanti, 25 tahun, mendapatkan kartu kredit pertamanya, ia mengatakan pada dirinya sendiri kalau kartu ini akan dipergunakan hanya pada saat-saat darurat. Dan selama beberapa bulan awal setelah kartu di tangan, ia menahan diri untuk menggunakannya.

Namun setelah mulai sering melakukan belanja online dengan kartu saktinya (tiket PP untuk menghadiri pernikahan sepupunya di Bali, beli charger laptop baru), ia lantas merasakan kemudahan berlebihan dari pembayaran via kartunya. Dengan segera, ia mahir melancarkan aksi menggesek—dari kanan ke kiri, untuk membayar sajian di restoran, belanja impulsif di butik favoritnya, dan petualangan belanjanya pun terus berlanjut.

Sekalipun ia tidak pernah melakukan pembelian dengan jumlah terlalu besar, pengeluaran-pengeluaran kecil ini akan membukit dan tinggal tunggu waktu sebelum ia mencapai limit kartu kreditnya. “Saya shock sekali saat melihat tagihan saya,” katanya. “Saya bahkan berpikir untuk tak melunasinya sama sekali karena jumlahnya terlalu tinggi.”

Pada akhirnya Rinanti membayar semua tagihannya (setelah meminjam uang dari orang tuanya), namun apa yang terjadi jika ia sama sekali tak menghiraukannya? Apa konsekuensi yang harus dihadapi jika ia tak pernah membayar tagihan-tagihannya? Di bawah ini adalah beberapa konsekuensi yang harus dihadapi jika Anda tak pernah membayar tagihan kartu kredit.  

1. Anda harus membayar biaya keterlambatan

Jika melewati batas waktu pembayaran kartu kredit, Anda akan terkena penalti. Sekalipun tagihannya tak tampak terlalu besar jika dihitung terpisah, namun berhubung Anda bahkan nggak sanggup untuk membayar tagihan utamanya, maka ini berarti hutang kepada pihak bank semakin besar. Dan harap diingat kalau hal ini tidak berlaku sekali saja; setiap saat Anda melewati masa pembayaran, Anda akan dikenai biaya keterlambatan lainnya dan jumlah ini akan terus meningkat sampai akhirnya terlunasi.

2. Nilai bunga Anda akan semakin naik

Nilai ini akan menusuk Anda lebih dalam dibandingkan sekedar biaya keterlambatan. Rate bunga ini biasanya mulai di angka satu dijit, dan nantinya akan naik terus hingga 20%, bahkan 30% setelah melewati tanggal keterlambatan.  

3. Skor Kredit Anda turun

Sekalipun hanya terlewat sebulan dari tanggal keterlambatan, hal ini dapat menciderai skor kredit Anda. Ini artinya Anda akan menghadapi kesulitan mendapat pinjaman untuk tiket-tiket bernilai besar, jadi silahkan ucapkan selamat tinggal pada impian Anda membeli rumah sendiri, mobil impian, dll.

4. Anda akan mendapatkan banyak sekali telepon dari bank Anda

Jika hanya terlewat beberapa minggu dari tenggat waktu, Anda mungkin tak akan mendapatkan telepon terlalu sering dari pihak bank. Namun, semakin lama menunda pembayaran, semakin sering dan mengganggu pulalah telepon yang akan Akan terima.

5. Anda akan menghadapi Tindakan Hukum

Jika terus-menerus melewati batas waktu pelunasan tagihan, bank Anda bisa-bisa menunjuk agensi penagih hutang, yang biasanya menggunakan cara-cara lebih kasar. Mereka bisa jadi menawarkan untuk membebaskan Anda dari jeratan ini dan membayar sesuai porsi, namun jika Anda tetap tidak menunjukkan indikasi atau niat baik melunasinya, mereka bisa jadi memperpanjang masalah ini ke muka pengadilan, dan menyebabkan keruskan finansial lebih parah dari sebelumnya.  

Apa yang harus dilakukan jika Anda terjerat hutang?

Cara terbaik menghadapi tagihan kartu kredit adalah dengan cara menghindarinya sepenuhnya, namun jika Anda terlanjur memiliki beban hutang terlampau besar, ini yang mesti Anda lakukan:  

  • Paling tidak melakukan pembayaran kembali dalam jumlah minimum.
  • Ambil pinjaman lunak untuk melunasinya, seperti yang dicontohkan oleh Rinanti.
  • Pertimbangkan untuk melakukan pinjaman pribadi untuk melunasinya.
  • Bernegosiasi (atau bahkan memohon) kepada pihak bank agar diberikan moratorium perpanjangan.

Jelas sekali bagaimana acuh tak acuh terhadap tagihan kartu kredit Anda bukanlah sebuah ide bagus. Melakukan hal ini tak akan menyelesaikan masalah, namun justru hanya akan memperburuk keadaan. Sebelum pengeluaran Anda menjadi tak terkendali, coba pertimbangkan menelpon pihak bank dan ajukan permohonan penurunan limit kredit Anda. Dengan demikian, jika Anda melakukan transaksi hingga batas maksimal, jumlahnya masih dapat dikendalikan. Pegang kendali pengeluaran Anda dan sadarilah sepenuhnya mengenai penggunaan kartu kredit Anda, maka tak aka nada kerisauan untuk membayar tagihan yang menumpuk selangit.