Tips Berkencan Bagi Perempuan: 4 Alasan Mengapa Wanita Karir Sulit Menemukan Mr. Right

Tips Berkencan Bagi Perempuan: 4 Alasan Mengapa Wanita Karir Sulit Menemukan Mr. Right

Mengapa sangat sulit untuk menemukan Mr. Right? Violet Lim, CEO and co-founder perusahaan kencan makan siang terbesar di Asia, “Lunch Actually” berbagi mengenai beberapa tips berkencan bagi perempuan.

Perempuan karir di masa kini sangat termotivasi untuk bekerja dengan baik, ambisius, dan independen. Namun hal ini bukan berarti bahwa mereka tidak menginginkan hubungan romantis dan kisah cinta.

Jika Anda sudah mencoba mencari cinta namun belum berhasil juga, berikut adalah beberapa alasan yang mungkin ada di balik kegagalan Anda saat ini.

1) Anda mungkin menikah dengan pekerjaan Anda

Hal inilah yang menjadi inspirasi di balik perusahaan kencan yang saya temukan,  Lunch Actually 13 tahun lalu.

Saat saya masih bekerja di sektor perbankan, saya melihat ada banyak sekali kolega saya yang single dan tidak memiliki teman kencan. Saya sangat bingung mengapa bisa begitu, karena mereka rata-rata adalah orang yang atraktif dan eligible, sementara banyak teman main masa kecil saya yang seumuran dengan mereka juga telah menikah.

Saya segera menyadari bahwa kolega saya tidak berkencan semata-mata karena tak punya waktu untuk bertemu para jomblo lainnya. Mereka sering bercanda bagaimana mereka tak pernah melihat matahari saking selalu datang pagi-pagi sekali dan meninggalkan kantor setelah malam hari.

Kita percepat waktunya ke tahun 2017, dan para jomblo masih saja menemukan problem yang sama dalam berkencan.

Sebagai seorang perempuan wirausahawan, Saya sepenuhnya paham mengapa perempuan berinvestasi untuk karir mereka. Lagi pula, Anda harus menghabiskan waktu begitu panjng agar bisa menapaki tangga karir yang layak Anda dapatkan.

Meski begitu, memfokuskan waktu dan upaya untuk menghadirkan cinta juga sama pentingnya. Untuk menemukan seseorang yang membuat Anda ingin mengenalnya lebih jauh, Anda harus bertemu lebih banyak orang baru. Maka ciptakanlah kesempatan untuk bertemu orang-orang baru: baik melalui kenalan dari teman, kelompok dengan minat yang sama, aktivitas di luar kerja, atau jasa kencan yang memang punya reputasi.

2) Anda mungkin punya ekspektasi yang kurang realistis

Saya paham kenapa para jomblo seringkali begitu terpaku dengan status pendidikan atau ekonomi, atau bahkan tinggi badan pasangannya di masa depan. Kita, para perempuan, cenderung ingin dinikahi, artinya kita terus mencari laki-laki yang sukses, punya penghasilan lebih besar dari kita, dll.

Setelah berada di industri ini lebih dari 13 tahun, saya kerap mendengar banyak perempuan berkata “Oke, jadi saya mencari seorang pria yang tinggi badannya paling tidak 1.75 m.” Tapi jika Anda bertanya pada mereka lebih jauh lagi, mereka bahkan tak tahu kenapa bisa demikian. Tapi masak iya sih tinggi badan seseorang bisa menjamin kalau seorang pria bisa menjadi ayah atau suami yang baik? Saya rasa tidak demikian.  

Fokus dengan hal-hal yang Anda butuhkan dibandingkan apa yang Anda inginkan. Lihat lebih jauh mengenai apa yang membuat Anda bahagia di dalam kehidupan pernikahan. Ada beberapa karakter yang penting di dalam pernikahan seperti kebaikan, ketekunan, dan kesetiaan sebagai beberapa hal yang paling penting dalam pernikahan—bukan status atau kekayaan.

3) Anda mungkin terlalu cepat menilai

aik perempuan dan laki-laki single cenderung menjatuhkan vonis terlalu cepat. Biasanya kencan pertama biasanya dihiasi sentuhan-sentuhan ringan—hanya setelah melalui beberapa waktu bersama mereka Anda baru dapat mengetahui orang ini sedalam-dalamya, bagaimana ia berinteraksi dengan teman-temannya, dll. Itulah bagaimana cara Anda mendapatkan indikasi lebih baik mengenai karakter mereka.

Ada banyak pasangan menikah atau pacaran yang tidak merasakan getaran pada kencan pertamanya. Setelah menjodohkan lebih dari 100,000 kencan, saya berani bilang bahwa kebanyakan pasangan tidak awet hubungannya karena anggapan “cinta pada pandangan pertama.” Beberapa orang tidak pernah melalui kencan pertama dengan lancar karena mereka menjadi terlalu gugup.

Jadi, ladies, dapatkan kesempatan kencan kedua sebanyak mungkin.

4) Bagaimana MENJADI orang yang tepat

Seringkali, saat Anda bertanya pada seseorang mengenai mengapa Anda masih single, mereka akan berkata “Karena aku belum bertemu dengan orang yang tepat.”  

Namun berada dalam hubungan yang bahagia bukanlah hanya sekedar bertemu dengan orang yang tepat, melainkan juga menjadi orang yang tepat. Saat berkencan, kita berharap orang lain menerima kekurangan kita dan mencintai kita apa adanya. Namun juga harus diingat bahwa laki-laki juga mempunya kriteria dalam memilih pasangan juga.

Karenanya, Saya menyarankan semua wanita karir yang sedang mencari cinta untuk selalu menjadi versi terbaik dari dirinya. Jangan pernah berhenti meningkatkan kemampuan diri dan belajar. Selalu ada hal baru yang bisa dipelajari di luar sana, dan seseorang yang menjalani hidup dengan penuh semangat sangatlah atraktif.

Sebagai penutup, saya ingin memberikan selamat pada Anda karena telah menjadi seorang wanita yang kuat, independen! Tentu saja Anda tidak membutuhkan laki-laki untuk melengkapi kehidupan—tapi akan lebih menyenangkan untuk memiliki seseorang untuk berada di samping Anda untuk melalui naik turunnya kehidupan.

Selamat berkencan!