Mengirim Uang Untuk Orang Tua: Berapa Banyak Yang Harus Saya Berikan?

Mereka merawat kita sepanjang hidup; saatnya membalas kebaikan ini. Namun berapa tepatnya jumlah uang yang layak kita kirimkan ke orang tua kita?

Sikap menghormati orang tua merupakan bagian dari budaya yang banyak berlaku di negara-negara Asia, dan karenanya orang dewasa diharapakan untuk turut membiayai orang tua mereka saat beranjak tua. “Di Indonesia, Anda diharapkan menyisihkan sebagian uang untuk orang tua,” jelas Putri, 30 tahun. “Saat orang tua saya masih hidup, saya biasanya mengirimi 20% dari gaji saya untuk mereka.”

Vee (36) dari Thailand juga mengatakan hal senada. “Di sini, kita mengirimkan uang kepada orang tua kita untuk mengungkapkan rasa terima kasih, sekalipun mereka tak akan pernah memintanya. Saya mengirimkan sekitar 5% dari gaji saya untuk orang tua.”

Namun seiring dengan naiknya biaya hidup, apakah hal ini masih merupakan hal praktis yang bisa diterapkan dalam skema keuangan pribadi? Berikut adalah beberapa hal yang harus dipertimbangkan saat memutuskan untuk mengirim uang ke orang tua.

money for elderly parents

1. Arus kas milik orang tua kita

Tidak semua orang tua bersedia menerima uang dari anaknya. “Orang tua saya sangat berdaya secara keuangan, namun jika mereka sedang butuh, saya tak pernah sungkan untuk memberikan,” ungkap Nalika, 43, dari Sri Lanka.

Tetap saja, tak semua orang tua memiliki dana simpanan yang bisa menjamin hidup mereka di usia senja. Jika orang tua Anda memang butuh bantuan, tidak ada alasan bagi Anda untuk tidak mengirimkan uang. Coba lihat seberapa banyak yang mereka dapatkan dari dana pensiun mereka dan berapa banyak yang Anda butuhkan untuk tetap hidup sehat dan mampu mempertahankan gaya hidup yang layak.

2. Seberapa besar keluarga Anda

Jika Anda adalah anak satu-satunya, menunjang orang tua bisa jadi menjadi tugas yang cukup sulit, namun dengan kehadiran saudara kandung, Anda dapat membagi biaya merawat orang tua agar tak terlalu membebani keuangan pribadi. Fitriyani (26) dari Indonesia memiliki dua orang kakak lelaki dan seorang adik perempuan yang berbagi untuk biaya tunjangan bagi orang tua mereka, namun ia juga punya tiga saudara kandung lain yang masih duduk di bangku sekolah.

“Saya selalu memberikan 20% dari gaji saya setiap bulannya kepada orang tua. “Itulah cara saya menunjukkan kasih sayang dan mengekspresikan rasa terima kasih karena telah membesarkan saya. Saya senang karena bisa membantu mereka menyekolahkan adik-adik saya. Ini semua menjadi semacam tujuan bagi saya untuk bekerja keras setiap hari.

3. Sesuaikan dengan kesanggupan

“Saya memberikan 15% gaji saya untuk orang tua,” ujar Claire (25) dari Singapura. “Saya sebetulnya ingin memberikan lebih jika saya mampu, namun sejujurnya, saya tidak mendapatkan cukukup uang untuk melakukannya. Saya juga membawa mereka untuk makan malam di luar setiap sebulan sekali.”

Jika orang tua belum pensiun, mulailah untuk mempertimbangkan ketersediaan dana sehingga Anda tinggal menuai hasilnya untuk mereka di kemudian hari. Dan karena orang tuamu akan lebih sering menemui masalah kesehatan seiring menuanya usia mereka, berinvestasi di bidang asuransi kesehatan juga dapat menjadi ide bagus mumpung mereka masih sehat dan kuat.  

4.Tunjangan semacam apa yang bisa mereka klaim

Pemerintah memiliki banyak sekali tunjangan yang ditujukan bagi warga negara manula yang dapat meringankan beban Anda, entah itu berbentuk penghasilan tambahan atau  subsidi perawatan kesehatan. Jelajahi semua kemungkinan sehingga Anda bisa menghemat uang bagi diri Anda sendiri dan demi masa depan.

“Ayah saya memiliki simpanan dan Jaminan Pensiun jadi mereka bilang pada kami kalau keuangan mereka mencukupi,” kata Stella, 31, dari Singapura. “Namun saya dan saudari lainnya sudah mendiskusikan baik-baik mengenai hal ini dan saat mereka pensiun tahun depan, kami akan mulai mengirimkan sedikit uang setiap bulannya sehingga kondisi keuangan mereka terasa lebih mudah.

Orang tua telah merawat kita sepanjang masa, dan saat mereka menua, saatnya bagi kita untuk merawat mereka. Baik dalam bentuk dukungan finansial atau emosional, kita harus hadir bagi mereka untuk melalui masa-masa tua mereka.

Saat kita menjaga orang tua, jangan lupakan masa depan sendiri. Sejak semula (umur 20 atau 30), kita sudah harus mempersiapkan dana pensiun sehingga tidak harus bergantung pada dukungan anak-anak kita. “ Di samping dana yang berasal dari jaminan sosial, saya juga punya dana yang saya jaga dengan pasangan saya,” ungkap Reese, 31, dari Filipina. “Hidup sangatlah tak terduga dan kita punya hutang tabungan yang harus dilunasi untuk diri sendiri di masa depan.”

BACA: Kapan Sebaiknya Anda Mulai Menabung Dana Pensiun?