Pertanyaan: Seberapa Legal Wasiat Terakhir Disampaikan melalui WhatsApp?

Tidak ada satu pun dari kita yang siap saat pasangan meninggalkan kita selamanya. Apa yang terjadi jika saat mereka pergi, tidak ada wasiat yang ditinggalkan, yang ada hanyalah sepenggal pesan di SMS.

Tricia berpikir ia telah siap untuk masa depan. Ia dan suaminya Nick terus berupaya membayar hipotek mereka, memenuhi kebutuhan pensiun setiap bulan dan juga simpanan dalam jumlah besar untuk pendidikan dua putri mereka. Namun, ketika Nick meninggal karena kecelakaan, dunia Tricia seakan runtuh.

“Kami pikir, kami punya banyak waktu”, Tricia menjelaskan.

Setahun setelah kelahiran putri mereka yang kedua, Tricia dan Nick mengobrol lewat WhatsApp. Nick mengatakan bahwa jika sesuatu yang buruk terjadi padanya, maka seluruh kekayaan mereka hanya akan menjadi milik Tricia dan anak-anak. Tricia sempat memarahi Nick karena menurutnya Nick meracau hal yang aneh, namun sekarang, pesan tersebut justru menjadi pesan terakhir Nick.

Tapi, apakah pesan itu valid?

Sayangnya bagi Tricia, pesan terakhir yang dikirimkan Nick tersebut belum cukup legal dan meyakinkan. Tricia bisa saja memberikan pesan itu sebagai bukti ke pengadilan, tetapi legal atau tidaknya pesan itu bergantung pada aturan hukum yang berlaku di wilayah Tricia dan Nick tinggal.

Di Swedia, ada sebuah kasus seorang pria memutuskan bunuh diri setelah mengirimkan sebuah pesan teks kepada keluarga dan kerabatnya. Ia menuliskan keinginannya untuk membagi aset rumahnya. Namun, pengadilan ternyata menggugurkan bukti tersebut dan dianggap tidak sah. Lain halnya dengan kasus di Australia, saat sebuah teks yang tidak sempat terkirim dari seorang pria yang tewas di dalam mobilnya justru dianggap sah oleh pengadilan.

Bagaimana agar pesan terakhir sah dan legal?

Anda tidak perlu merekrut seorang ahli untuk menulis sebuah wasiat, meskipun itu tentu direkomendasikan. Tetapi untuk membuatnya formal, berikut adalah sejumlah petunjuk dari Singapore Legal Advice:

  • Pesan harus berbentuk tulisan tangan
  • Pihak yang menuliskan wasiat mesti berusia minimal 21 tahun
  • Pesan terakhir tersebut harus disiapkan dalam bentuk surat wasiat dan ditandatangani oleh pemberi wasiat. Jika pemberi wasiat tidak dapat menandatanganinya, maka atas izin si pemberi wasiat, harus ada seseorang yang menggantikan/ mewakilinya.
  • Dibutuhkan dua atau lebih individu sebagai saksi yang hadir menyaksikan dan ikut menandatangani surat wasiat tersebut
  • Dua individu tersebut bukanlah mereka yang menerima warisan.

Kesimpulan

Anda tidak pernah terlalu muda untuk menuliskan sebuah wasiat. Meskipun anda mungkin baru berumur 20an atau 30an, menuliskan pesan terakhir atau wasiat merupakan ide yang baik, demi mencegah hal yang tidak kita inginkan.

Kita tidak pernah tahu masa depan kita, maka lakukan segala sesuatu yang anda yakini dapat dilakukan pasangan anda untuk menjaga masa depan keluarga.[]