Winnie Chan dari Bynd Artisan: Bagaimana Saya Membangun Bisnis Keluarga dan Menjadikannya Milik Saya

Berangkat dari pengalamannya menjalani bisnis alat tulis milik keluarga, Winnie Chan dari Bynd Artisan mengkreasikan bisnis unik di Singapura dengan mencetak note book yang unik dan eksklusif.

Sebelum saya mendirikan Bynd Artisan bersama suami saja, James Quan, saya telah menjalani bisnis keluarga selama 18 tahun. Di masa lalu, bisnis kakek saya fokus pada usaha tradisional menggunakan kertas dan kulit dalam format business-to-business –merancang, mencetak, memproduksi dan mendistribusikannya ke penyalur/ pedagang besar.

Senjakala produk kertas?

Besar di dalam keluarga yang meproduksi alat tulis menumbuhkan minat dan kecintaan saya terhadap produk alat tulis klasik sejak saya masih kecil. Setelah lulus dari kampus, saya memutuskan bergabung dalam bisnis keluarga. Bagaimanapun, teknologi memunculkan bentuk lain “buku harian” dan “jurnal keuangan”, sehingga alat tulis konvensional menjadi tidak relevan dalam beberapa dekade belakangan ini.

Bahkan, saya mulai memperhatikan bisnis yang menggabungkan teknologi dalam model bisnis mereka akan terus bertahan dalam peta digitalisasi produk. Di titik inilah saya sadar untuk melakukan pembaruan bagi bisnis keluarga, yang lambat laun mulai menurun.

Saya ingin alat tulis dilihat berbeda dan unik, bersama James, yang memiliki pengalaman 20 tahun dalam perusahaan yang memproduksi beragam hadiah, kami mengkonseptualisasikan Bynd Artisan dengan bantuan dari agensi, &Larry.

Kelahiran Bynd Artisan

Memulai bisnis baru tentu ada tantangannya. Ide awal kami adalah mengadopsi pendekatan Barat soal branding, namun setelah satu tahun berencana dan menginvestasi sejumlah hal, kami sadar bahwa cara ini tidak memberikan kami keunikan dan justru kami sama seperti yang lain.

Saat itu, dukungan terhadap produk lokal pun mulai bermunculan. Desainer dan brand lokal semakin melejit. Terinspirasi dari hal tersebut, kami pun berpikir bahwa konsep kami mesti menggunakan pendekatan yang berbeda –pendekatan yang menawarkan warisan dan kebanggaan produk kami sejak bisnis keluarga dirintis, memanfaatkan para pengrajin yang telah bergabung bersama kami selama ini.

Menjadikan alat tulis populer

Setelah satu tahun beradaptasi dan memastikan strategi brand kami, Bynd Artisan pun diluncurkan. Kami tidak hanya bangga pada nilai-nilai dan akar ke-Asia-an kami dengan merayakannya melalui hasil kerajinan. Kami juga menjadikan alat tulis sebagai satu entitas yang seksi dan populer –satu pertautan yang tidak terpikir sebelumnya.

Saya ingin alat tulisan menjadi sesuatu yang elegan dan perangkat yang personal bagi para penggunanya. Buat saya, penting sekali sebuah brand berbeda dan eksklusif, namun tetap memiliki keunikan sebagai nilai jual yang mewakili pengalaman produksi. Untuk itu, kami membuat sejumlah ruang pameran, yang disebut Ateliers, yang dapat mengakomodir dan memamerkan aspek nilai dari Bynd Artisan:

  • Area kerajinan terbuka di mana pelanggan dapat berinteraksi dengan para pengrajin kami, sekaligus melihat proses pembuatan salah satu produk kami, buku catatan (notebook) yang bisa dipesan sesuai permintaan pelanggan.
  • Kertas-kertas dan produk kulit yang mewah, tidak lekang oleh waktu, dan dapat dipesan sesuai permintaan, seperti menambahkan nama atau inisial.
  • Kolaborasi hasil para perancang/ desainer yang unik dan elegan dengan menggunakan produk kulit.
  • Area workshop di mana berbagai kelas mengenai kerajinan kulit, pembuatan buku catatan, kaligrafi, dan lukisan dapat anda temui. Pelanggan dapat belajar dari para pengrajin kami dan juga para instruktur dari luar.

Saat ini Bynd Artisan telah menginjak tiga tahun dan kami sekarang tersebar di  lima wilayah di seluruh Singapura. Brand kami juga telah mendapatkan sejumlah penghargaan dalam dua tahun terakhir –President’s Design Award, Rancangan Terbaik 2016, dan Penghargaan Best Shopping Experience  di Penghargaan Pariwisata Singapura 2017.

Bynd Artisan juga disebut oleh Perdana Menteri Lee Hsien Loong dalam pidatonya di Peringatan Hari Buruh sebagai contoh inovatif untuk industri kewirausahaan di Singapura. Capaian ini mengafirmasi bahwa membangun Bynd Artisan merupakan keputusan terbaik sejak 3 tahun lalu, dan kami tidak pernah merasa sebangga ini melihat perkembangan Bynd Artisan.

Winnie mengatakan, “segala sesuatu mungkin jika kita percaya dan terus mencoba. Tekad yang kuat akan membawa anda ke sana.”[]